Hal ini disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/6/2009) malam.
"Pada November 2008, utang PLN ke Pertamina sekitar Rp 47 Triliun. Menurut bagian keuangan saat ini utang PLN ke Pertamina sekitar Rp 21 Triliun diperkirakan akhir 2009 utangnya menjadi Rp 14 Triliun," ujar Fahmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Subsidi yang masuk ke PLN akan ditransfer ke Pertamina," ungkap Fahmi.
Sebelumnya, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Ferederick menyebutkan utang PLN ke Pertamina dari pembelian BBM terus meningkat. Pada tanggal 3 Mei utang PLN ke Pertamina mencapai Rp 23,6 Trilun, dan hingga 10 juni utang PLN meningkat menjadi Rp 26 Triliun.
Menurut Ferederick, besarnya tagihan ini menyebabkan sangat mempengaruhi kemampuan cashflow Pertamina.
"Khususnya cashflow untuk sediakan likuiditas dan menjaga inventory BBM PSO dalam level cukup aman," ungkapnya beberapa waktu lalu.
(epi/qom)










































