Modal Belgia Bakal Masuk Sumatera Selatan

Laporan dari Brussel

Modal Belgia Bakal Masuk Sumatera Selatan

- detikFinance
Rabu, 17 Jun 2009 11:44 WIB
Modal Belgia Bakal Masuk Sumatera Selatan
Brussel - Investor Belgia yang sudah didekati Sumatera Selatan itu antara lain Agoria (Federasi Industri Teknologi), Indo Bell Engineering, Ex-sat, Vyncke, dan BIO-Invest.

Pertemuan para investor Belgia itu dengan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin telah berlangsung di Brussel (11-12/6/2009). Kedua pihak mengeksploitasi berbagai peluang kerjasama perdagangan, investasi, dan pembangunan.

"Para investor Belgia itu menunjukkan tingkat ketertarikan sangat tinggi," ujar Alex, didampingi Kadis Perhubungan Kominfo, Kadis Perindag, Staf Khusus Gubernur dan Ahli Transportasi dari Universitas Sriwijaya, serta dari KBRI Brussel Koordinator Fungsi Ekonomi, Atase Perindustrian, dan Atase Perdagangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antwerpen dan Tanjung Api-api

Sebelumnya Alex Nurdin didampingi Dubes RI Nadjib Riphat Kesoema, Konsul Jenderal Kehormatan RI K. Bossaert dan Konsul Kehormatan RI untuk Antwerpen A. Lubbebaker, juga telah melakukan pertemuan dengan Port Authority Antwerpen, salah satu pelabuhan niaga terbesar di Eropa.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengetahui dan mempelajari aspek-aspek teknis dari pelabuhan tersebut, agar dapat diterapkan di Pelabuhan Tanjung Api-api.

Konsul Kehormatan RI Lubbebaker menyampaikan bahwa Port Authority Antwerpen siap untuk membantu Sumatera Selatan menjadikan Tanjung Api-api seperti Pelabuhan Antwerpen.

Hal ini akan diwujudkan secara bertahap dengan mulai mengirimkan pegawai pelabuhan dan otoritas terkait ke Sumatera Selatan ke Belgia untuk melakukan pengembangan kapasitas, memberikan saran pembiayaan pengembangan pelabuhan dan pengerjaan rel ganda, serta melakukan berbagai pertukaran informasi.

Efisien dan Kompetitif

Alex mengaatakan bahwa pihaknya menginginkan agar produk-produk ekspor seperti batubara, buah-buahan, dan hasil perikanan dapat langsung diberangkatkan melalui Tanjung Api-api dan tidak lagi harus melalui Singapura.

"Jika hal itu bisa direalisasikan maka akan menekan biaya menjadi lebih murah dan importir maupun eksportir dapat langsung berinteraksi secara langsung tanpa lagi harus ada pihak ketiga," terang Alex.

Hasil tambang batubara juga bisa langsung diangkut menuju dan dari Tanjung Api-api. Pembangunan infrastruktur rel ganda menuju pelabuhan ini akan segera direalisasikan.

Alex menjelaskan bahwa hasil batubara Sumatera Selatan saat ini berjumlah 10 juta ton per tahun dan memiliki cadangan sekitar 48,5% dari cadangan batubara nasional.

Dubes Nadjib Riphat Kesoema mengapresiasi langkah gubernur yang telah menunjukkan keinginan kuat untuk maju dengan melakukan berbagai upaya benah diri.

Sementara Sekretaris III Pensosbud/Diplik Royhan N. Wahab mencatat bahwa koordinasi baik yang terjalin antara Sumatera Selatan dengan KBRI Brussel dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam melakukan promosi terpadu di luar negeri.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads