Β
Sebelumnya, Komite Privatisasi yang diketuai oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani menyatakan tahun ini tidak ada pelaksanaan privatisasi BUMN dengan alasan kondisi krisis ekonomi global.
Β
Seiring dengan membaiknya kondisi pasar secara perlahan, Kementerian BUMN telah melayangkan usulan melalui surat resmi kepada Ketua Komite Privatisasi.
Β
"Saya terima surat itu, saya pelajari situasi marketnya. Kita pertimbangkan sambil lihat situasi pasar," ujar Sri Mulyani di Kantor Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (18/6/2009).
Β
Ia juga mengatakan, semua BUMN yang sudah mendapat persetujuan dari DPR tetap akan melaksanakan privatisasi, dengan catatan kondisi pasar memungkinkan.
Β
"Apa yang sudah disetujui oleh Dewan, dalam hal ini masih dalam persetujuan itu. Tapi kita masih lihat kondisi pasar," ungkapnya.
Β
Sebelumnya, Kementerian Negara BUMN mengungkapkan, perusahaan plat merah yang paling siap untuk melaksanakan privatisasi melalui mekanisme penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) adalah PT Pembangunan Perumahan dan PT Bank Tabungan Negara.
(ang/dnl)











































