Konsep bangunan bernuansa pedesaan dan alam Bali dibangun dikawasan wisata Seminyak, Kuta, Bali. Proyek ini dikerjakan oleh PT Dwamitra Property and Services.
Direksi PT Dwamitra Property and Services, Razie Abdullah mengatakan pembangunan
kondominium tersebut untuk memenuhi keinginan dan memberikan pilihan baru bagi konsumenyang memerlukan sarana akomodasi di Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran Condotel Taum Seminyak yang digelar Jumat (12/6/2009) ditargetkan rampung pada 2010. Bangunan ini meskipun dirancang berlantai yang terdiri 90 unit kamar namun bercorak pedesaan tradisional Bali. Ruangan model tinggi dengan berbagai sudut dibuat terbuka mengarah deretan taman untuk menciptakan suasana indah serta sejuk.
Untuk menciptakan bangunan dengan suasana pedesaan, investasi pembangunan setiap
unitnya memerlukan biaya rata-rata sekitar Rp 1,5 miliar. Harga jual satu unit condotel untuk unit terkecil 45 meter persegi sekitar Rp 1 miliar dan yang terbesar 200 meter persegi mencapai Rp 4,6 miliar.
Saat ini, menurut Razie, sudah terjual 20 persen. Ia optimistis condotel dengan nuansa pedesaan Bali bakal terjual seluruhnya. Peminatnya saat ini masih didominasi warga Jakarta.
Pengembang kondominium ini telah berpengalaman menangani beberapa proyek, di antaranya Apartemen Nirvana, Apartemen Senopati Suites, Villa Biu Biu Jimbaran serta beberapa proyek perumahan kelas atas di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
(gds/lih)











































