Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu mengatakan, para pejabat yang diberhentikan ini sebagian besar mengundurkan diri sebelum ikut dalam tim kampanye.
"Untuk jumlah pasti yang sekarang kita masih tunggu hasil tindak lanjut dari Bawaslu. Sebagian besar kan tidak tahu namanya masuk dalam daftar tim sukses," ungkapnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (19/6/2009).
.
Selain itu, untuk posisi kosong Komisaris Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) setelah ditinggalkan Raden Pardede, Said mengatakan akan ditentukan setelah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil pulang dari kunjungan kerja di luar negeri.
Raden Pardede yang baru-baru ini mengundurkan diri dari posisinya sebagai Komut PPA untuk menjadi tim sukses kampanye SBY-Boediono.
"Sejak surat (pengunduran diri) kita terima, efektif dia tidak lagi di PPA. Nanti penggantinya tunggu Pak Menteri (BUMN) pulang," ujarnya.
Sementara itu, mengenai pencocokan nama yang dilakukan antara pihaknya dengan Badan Pengawas Pemilu, tidak ditemukan satu pun nama direksi BUMN yang tergabung dalam tim sukses.
"Semuanya nama komisaris," ungkapnya.
Hingga saat ini, belum ada lagi komisaris yang mengundurkan diri selain Raden Pardede. Sedangkan yang mengundurkan diri dari tim sukses, Said mengaku laporannya hanya masuk ke Bawaslu. (ang/dnl)










































