Demikian disampaikan oleh Ketua Umum AFI Anang Sukandar saat ditemui di sela acara pameran franchise internasional di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2009).
"Tahun ini diperkirakan pertumbuhan franchise dan business opportunity (BO) 10%-12%," katanya.
Selain itu kata Anang, saat ini kesadaran akan usaha mandiri termasuk waralaba di masyarakat Indonesia mulai menuju ke arah yang positif. Meski ia tidak menutup kemungkinan masih banyak kendala dan informasi yang kurang mengenai sektor waralaba misalnya masih banyak yang tertipu oleh waralaba gadungan.
"Para pembeli waralaba dalam membeli waralaba jangan emosional, minimal berkonsultasi dululah," serunya.
Mengenai kemungkinan bantuan permodalan yang lebih agresif di sektor waralaba, ia mengusulkan seharusnya pemerintah mengembangkan permodalan berbasis bank syariah untuk waralaba. Mengingat bank syariah dianggap paling cocok karena menerapkan pola bagi hasil dan tidak menerapkan pola sistem bunga kredit.
Ia mencontohkan, di Negeri Jiran Malaysia, pengenaan bunga perbankan untuk waralaba sangat rendah dan meringankan.
"Misalnya bunga bank 12%, kalau untuk franchise itu bisa separuhnya jadi 6%," imbuh Anang.
Anang menjelaskan berdasarkan data AFI sejak tahun 2005Β jumlah waralaba di Indonesia pada waktu itu didominasi oleh waralaba asing dengan jumlah 237 waralaba dan 129 lokal, pada tahun 2006 jumlah asing mulai susut menjadi 220 waralaba, dan waralaba lokal meningkat menjadi 230 waralaba.
(hen/dnl)










































