Meski begitu,Β Sekjen Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Gunaryo menyatakan, produksi gula diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Juli 2009. Dengan demikian, pasokan gula menjelang Ramadhan pada Agustus 2009 pun dipastikan aman.
Β
"Saat ini petani gula masih menahan memanen gulanya karena sekarang kan masih musim hujan. Kalau panen saat hujan kualitas gula yang dihasilkan kurang bagus," kata Gunaryo di Gedung Depdag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (19/6/2009).
Β
Dengan puncak panen gula yang terjadi pada Juli 2009, Gunaryo optimistis suplai dari pabrik gula ke pasar akan meningkat. Pergerakan gula ke pasar pun bisa memenuhi konsumsi yang dibutuhkan masyarakat saat puasa dan lebaran. "Dalam waktu dekat kita akan rapat persiapan dengan daerah-daerah, untuk menyakinkan secara riil seperti apa dilapangan. Tapi kita perkirakan bisa dipenuhi," ungkapnya.
Β
Sementara itu, Direktur Bina Pasar dan Distribusi Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Jimmy Bela menyatakan pada awal Juni stok gula nasional 170.000 ton. "Itu kalau dibandingkan dengan kebutuhan 220 ribu ton, berarti kita masih kekurangan pasokan," jelasnya.
Β
NamunΒ Jimmy optimistis kondisi akan teratasi mengingat pada bulan Juli atau Agustus produksi gula akan mulai masuk. "Puncak produksinya pada bulan Juli. Jadi pasokan saat lebaran aman," tandasnya.
Β
Gunaryo menambahkan meskipun saat ini masih terjadi kekurangan pasokan gula, namun impor gula masih belum akan dilakukan. Sebelum melakukan impor, lanjut Gunaryo, pihaknya harus berkoordinasi dengan Kementriaan Koordinator bidang Perekonomian, Departemen Pertanian dan Departemen perindustrian.
Β
"Kita petakan secara lebih akurat kita putuskan akan impor atau tidak tapi kalau lihat kondisi sekarang produksi pada awal Juli akan meningkat dan gula akan masuk ke pasar sehingga kondisi sudah mulai normal dan harga akan stabil," katanya.
(epi/lih)











































