Obama Ingin Sistem Ekonomi Tanpa Bubble

Obama Ingin Sistem Ekonomi Tanpa Bubble

- detikFinance
Minggu, 21 Jun 2009 10:44 WIB
Obama Ingin Sistem Ekonomi Tanpa Bubble
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ingin membangun sistem ekonomi yang tidak menimbulkan gelembung-gelembung (bubble ) seperti dua ekspansi ekonomi AS terakhir. Pemikiran ini menjadi perdebatan hangat di kalangan ekonom AS.

Lawrence Summers, penasihat ekonomi Obama, menyatakan Presiden Obama memiliki ambisi membuat arah kebijakan ekonomi yang tidak mengarah pada terbentuknya gelembung-gelembung ekonomi di AS. Salah satu langkah yang dilakukan Obama adalah menunjuk The Federal Reserve sebagai pucuk pengawasan risiko di AS.

"Ini adalah ambisi yang sangat terhormat, namun ini telah menimbulkan perdebatan panjang mengenai faktor apa yang menjadi penyebab munculnya gelembung nilai aset-aset di AS," ujar Lawrence seperti dikutip detikFinance dari Reuters , Minggu (21/6/2009).

Senator AS dari kubu partai Republik, Richard Shelby bahkan menuding rencana reformasi ekonomi Obama tersebut sebagai suatu mimpi ekonomi yang utopis. Menurutnya, reformasi Obama akan membuat pertumbuhan ekonomi AS bergerak semakin lambat, karena reformasi Obama akan membatasi laju ekspansi kredit.

Kredit yang melambat, berarti berkurangnya likuiditas di masyarakat dan akan menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Banyak yang menilai, kebijakan ini bisa membuat rakyat AS kehilangan kepercayaan kepada Obama.

Sebab, setelah terpukul oleh krisis ekonomi yang terjadi secara cepat, rakyat AS diharuskan menerima kenyataan kalau pertumbuhan ekonomi AS akan semakin lambat dengan reformasi ekonomi Obama.

Kendati demikian, Obama tidak pupus harapan. Menurut Obama, kuncinya ada pada regulasi yang akan mengatur berapa besar bank boleh mengucurkan kreditnya.

Obama menilai bahwa gelembung-gelembung ekonomi yang terbentuk di AS dan menyebabkan terjadinya krisis tahun lalu adalah euforia bisnis dot-com di akhir 1990 dan maraknya kucuran kredit perbankan baik ke dalam negeri maupun ke negara-negara lain di dunia.

Meski masih menjadi perdebatan, Obama tetap yakin bahwa dengan kebijakan membatasi besaran kredit perbankan, AS bisa terhindar dari kebijakan ekonomi yang mengarah pada timbulnya gelembung-gelembung ekonomi seperti dua kebijakan ekspansi AS seperti disebutkan di atas.

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads