"Sektor ekspor kita terhambat akibat kurs rupiah terhadap dollar AS yang terus bergejolak di triwulan pertama sehingga menyebabkan biaya ongkos produksi naik sebesar 30%, selain itu tingginya pembayaran pasokan gas ke Perusahaan Gas Negara (PGN)," jelas Chairman Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Achmad Wijaya ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Minggu (21/06/2009).
Ia juga mengatakan sampai dengan triwulan pertama, industri keramik sebagai industri komoditas sampai hari ini hanya jalan 70%. Sisanya mandeg karena masalah nilai tukar dan ekspor.
"Kita terus meningkatkan pangsa pasar domestik selain juga pasar yang disebut emerging market atau secondary market sebagai pelanggan tetap kita seperti negara-negara ASEAN. Contohnya Myanmar, Kamboja dan Srilanka," katanya.
Menurut Achmad, porsi domestik masih baik karena ada 2 titik yang disebut market renovasi, dan untuk pasar proyek. Ada daerah dimana pengembangan rumah susun sederhana yang memakan volume keramik lebih banyak dibanding mall, kantor dan hotel
Aspek lain, lanjut Achmad adalah masih tingginya tingkat kredit suku bunga oleh perbankan. "Walaupun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah beberapa kali diturunkan namun suku bunga perbankan belum turun sehingga sektor riil belum menikmati tingkat penurunan BI Rate," tuturnya.
"Suku bunga kredit rata-rata dikisaran 15%," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa seperti yang diberitakan oleh media massa bahwa suku bunga perbankan rata-rata sudah mulai turun, namun pihaknya belum sedikitpun merasakan penuruannya.
"Kita sama sekali belum merasakan penuruannya, lebih lagi bank-bank juga belum sama sekali mengucurkan kreditnya kepada sektor riil khususnya bagi industri keramik. Dari sektor riil sendiri kita mengharapkan suku bunga berada di kisaran 12%." paparnya.
Lebih lanjut Achmad mengatakan, perbankan harus segera menurunkan suku bunga dan mengucurkan kreditnya agar industri keramik yang dapat mengahasilkan Rp 1 triliun sendiri setiap tahunnya bagi negara dapat terus berjalan.
(dru/dro)











































