Hal itu dikemukakan Dirjen FAO Dr. Jacques Diouf saat menerima Menteri Kelautan dan Perikanan RI Freddy Numberi didampingi Watap RI untuk FAO Mohamad Oemar, anggota Komisi IV DPR RI Robert Kardinal dan Kepala Pusat Analisa dan Kerjasama Internasional DKP di Markas Besar FAO, Roma (19/6/2009).
Freddy melakukan pertemuan dengan Diouf di sela-sela sidang Dewan FAO ke-136 (15-19/6/2009), untuk menyampaikan hasil-hasil yang dicapai dalam Konferensi Kelautan Dunia dan KTT Inisiatif Segitiga Terumbu Karang di Manado (11-15/5/2009), berupa Deklarasi Kelautan Manado dan Inisiatif Segitiga Terumbu Karang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan bahwa Diouf juga berjanji untuk membantu melakukan koordinasi dengan badan-badan PBB terkait, termasuk pada Konferensi Negara Pihak tentang Perubahan Iklim di Kopenhagen pada Desember 2009.
Pada waktu bersamaan, delegasi Indonesia yang mengikuti Sidang Dewan FAO, berhasil memasukkan hasil Konferensi Kelautan di Manado pada dua dokumen akhir Dewan FAO, yang selanjutnya akan diusung ke pertemuan Konferensi FAO pada November 2009 akan datang.
Dalam pembahasan kedua dokumen tersebut, Asisten Dirjen FAO Dr. Alexander Muller, yang ditugaskan untuk Isu Perubahan Iklim, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Indonesia.
Muller mengatakan bahwa FAO akan berjuang bersama-sama Indonesia agar isu kelautan dapat menjadi salah satu agenda dalam pembahasan perubahan iklim di Kopenhagen.
FAO adalah salah satu badan khusus PBB yang dibentuk di 1945 dengan tugas pokok mengatasi masalah kekurangan pangan, nutrisi dan pembangunan pedesaan melalui pemajuan bidang-bidang pertanian, kelautan dan kehutanan. (es/es)











































