Dalam kunjungan kerja Menneg BUMN Sofyan Djalil ke kawasan Timur Tengah, pemerintah sengaja mengajak beberapa BUMN karya ke Aljazair dengan harapan bisa menangkap peluang tersebut.
"Kemarin kita baru pergi dari Aljazair, kita bawa beberapa BUMN karya," kata Sofyan dalam acara rapat kerja Menneg BUMN dengan PAH IV DPD-RI, Jakarta, Senin (22/6/2009)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan jika dilihat dari kondisi BUMN antara Indonesia dengan Aljazair, kondisi BUMN Indonesia jauh lebih baik dari sisi layanan dan kinerja. Sehingga kondisi tersebut bisa menjadi peluang besar bagi Indonesia.
"Aljazair negara semi sosialis, BUMN-ya banyak sekali, setelah dibuka pasar, BUMN kesulitan luar biasa," ucapnya.
Meskipun ia mengakui sekarang ini jumlah BUMN di Indonesia relatif banyak yaitu mencapai 138 BUMN, namun ia mengharapkan kondisi yang terjadi di Aljazair tidak terjadi di Indonesia.
Justru Sofyan mencontohkan keberhasilan BUMN-BUMN negeri jiran seperti Singapura dengan holding Temaseknya dan Khazanah di Malaysia, harus menjadi pemicu mengejar perbaikan di tubuh BUMN. Ia mencontohkan saat ini BUMN-BUMN dalam negeri yang telah melakukan perubahan seperti berubah menjadi perusahaan terbuk justru kinerjanya lebih baik dari BUMN yang belum terbuka (go public).
"Suatu saat nanti barang kali kementerian BUMN tidak diperlukan lagi," ucapnya.
(hen/lih)










































