Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu usai acara acara "Pencanangan Reformasi Jilid Dua Direktorat Jenderal Pajak" di Gedung Dhanapala, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (22/6/2009)
"DDO tidak sampai 50% digunakan tahun ini. Yang pasti dipakai paling hanya Samurai (Bond)," jelasnya.
Dari US$ 1,5 miliar plafon Samurai Bond yang bisa diterbitkan, Anggito mengatakan kebutuhan pemerintah tidak sampai sebesar jumlah tersebut.
Ia juga mengatakan, dalam APBN-P 2009 besaran defisit tidak akan diubah, tetap 2,5%, meskipun penerimaan negara berpotensi turun akibat kondisi krisis ekonomi global, ataupun karena harga minyak dunia yang mulai naik.
"Pokoknya harga minyak naik tidak menambah defisit. Kita akan gunakan angka US$ 70 per barel di semester II-2009 tanpa mengubah defisit, karena ada tambahan penerimaan, meskipun subsidi bertambah," jelas Anggito.
Jadi pinjaman siaga tidak akan digunakan seluruhnya dan disimpan untuk kebutuhan pembiayaan 2010, karena defisit yang tetap 2,5%.
(dnl/qom)










































