Perolehan untung IMF itu jelas jauh lebih baik dari proyeksi kerugian US$ 292 juta untuk tahun fiskal yang sama. Laba itu juga meningkat dibandingkan laba di tahun fiskal sebelumnya yang sebesarUS$ 89 juta.
Lonjakan laba yang diperoleh IMF itu terutama datang dari pendapatan yang melebihi ekspektasi dari portofolio investasi IMF yang sebagian besar ditempatkan pada surat-surat berharga dengan pendapatan tetan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun lalu, IMF sempat didera krisis keuangan setelah sejumlah negara andalannya melunasi utang-utangnya seperti Argentina, Brasil dan juga Indonesia. Seiring membaiknya perekonomian, negara-negara tersebut bisa melunasi utangnya sebelum jatuh tempo.
Indonesia pada tahun 2006 melunasi utang ke IMF dalam dua tahapan. Tahap pertama dilakukan pada Juni 2006 sebesar US$ 3,7 miliar dan tahap kedua dilakukan pada Oktober 2006 untuk sisa utang yang sebesar US$ 3,2 miliar. Pelunasan utang dilakukan seiring semakin membaiknya cadangan devisa Indonesia.
Namun dengan terjadinya krisis, sejumlah negara kembali ke IMF untuk mencari utangan. IMF bahkan juga mempermudah proses pinjaman kepada negara-negara yang terdesak untuk mengatasi krisis. Seiring dengan lancarnya lagi pemberian pinjaman, IMF pun membuat proyeksi yang lebih baik untuk keuangannya.
Untuk tahun fiskal 2010 yang dimulai 2010, IMF bahkan memperkirakan laba bersihnya bisa mencapai US$ 446 juta. Namun dengan berdasarkan kemungkinan pinjaman baru yang masih didiskusikan, laba IMF bisa meroket hingga US$ 1,1 miliar.
"Proyeksi-proyeksi ini tergantung pada tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi mengingat sulitnya membuat prediksi kedepan untuk pendanaan IMF dan evolusi dari krisis finansial," demikian pernyataan IMF.
(qom/qom)











































