Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (22/6/2009) malam.
"Jaringan memanas, jadi ada panas yang ditimbulkan listrik, jaringan menurun. Memang juga ada penghematan BBM yang kita lakukan, dari BBM pindah ke gas," tuturnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Loss kita sudah sangat banyak. Tahun ini Rp 10,8 triliun, tahun depan kita rencanakan Rp 9,9 triliun, jadi turun. Tapi kan di 2008 kita ada penghematan sebesar Rp 5 triliun," pungkas Fahmi.
Sedangkan terkait subsidi listrik di APBN, Fahmi menjelaskan nilai subsidi tidak akan banyak berubah. Karena meski asumsi rata-rata harga minyak (ICP) naik dari US$ 40 menjadi US$ 60 per barel, patokan nilai tukar rupiah mengalami perbaikan.
"Setelah dihitung output-nya sama Rp 51 triliunan. Perubahan subsidi hanya miliaran rupiah. Jadi hampir sama, tapi intinya secara struktural mengalami perubahan, tapi nilainya hampir sama," katanya.
(dnl/qom)











































