Demikian disampaikan Kepala BPH Migas Tubagus Haryono usai rapat subsidi di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (22/6/2009) malam.
"Yang naik signifikan itu premium. Kenaikan premium karena rata-rata kenaikan kendaraan itu 6 persen per tahun, jadi kita perkirakan ada kenaikan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengontrol pertumbuhan konsumsi premium, BPH Migas kembali mewacanakan sistem tertutup untuk distribusi premium. Selain itu, BPH Migas juga akan mendorong penggunaan BBM non subsidi.
"Pembatasan itu kita lakukan dengan kontrol yang lebih ketat. Kan kalau kita menggunakan itu dengan harga seperti ini disparitas tidak terlalu jauh. Kita juga perlahan-lahan mendorong BBM non subsidi dan di disparitas harganya. Karena kan kalau biayanya lebih besar tidak masuk akal," katanya.
Sedangkan terkait distributor BBM subsidi 2010, Tubagus menyatakan pihaknya akan kembali mengundang 28 badan usaha untuk penjelasan beauty contest tersebut pada Rabu (24/6/2009).
(lih/ang)











































