Β
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik (Aperlindo) John Manoppo saat ditemui di pameran pipa air di Departemen Perindustrian, Selasa (23/6/2009).
Β
"Tahun depan kita harapkan sudah bisa ekspor ke Malaysia, Filipina, Singapura, Australia. Kita akan terus penuhi standar kualifikasi IEC dan standar internasional lainnya," katanya.
Β
Optimis ini, kata dia, berdasarkan regulasi negara-negara Asia Pasifik seperti Australia yang mulai menghentikan penggunaan lampu pijar pada tahun 2011.
Selain itu, tren produksi negara penghasil LHE terbesar di dunia yaitu China mulai meningkatkan kualitas produksi lampu LHE-nya.
Β
"Kita akan masuk ke segmen produk yang ditinggalkan China, sekarang ini China sudah mulai meningkatkan kualitas produknya," jelas John.
Β
Impor LHE Semakin Susut
Β
Hingga memasuki semester pertama tahun 2009, tingkat impor LHE cenderung menurun, yaitu rata-rata 8 juta unit per bulan. Ia memperkirakan dari prediksi kebutuhan lampu LHE di 2009 sebesar 160 juta unit sebanyak 50 persen bisa disuplai di dalam negeri.
Β
"Kalau dahulu komposisi impor 90:10 persen dari kebutuhan kita, sekarang jauh lebih baik," ujarnya.
Β
Saat ini setidaknya terdapat 18 produsen LHE lokal dengan 48 merek, mencakup 118 merek (impor dan lokal) yang sudah memenuhi standar Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari 48 merek itu yang sudah memenuhi kandungan lokal hingga 68 persen hanya 3 merek.
(hen/ang)











































