Pertamina Gandeng Arrtu Energie Bangun Plant DME US$ 1,9 Miliar

Pertamina Gandeng Arrtu Energie Bangun Plant DME US$ 1,9 Miliar

- detikFinance
Rabu, 24 Jun 2009 14:40 WIB
Pertamina Gandeng Arrtu Energie Bangun Plant DME US$ 1,9 Miliar
Jakarta - PT Pertamina dan PT Arrtu Mega Energie akan membangun plant Dimethyl Ether (DME) di Eretan, Indramayu dan Peranap Riau dengan nilai investasi sebesar US$ 1,9 miliar.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Arrtu Mega Energie, Christoforus Richard usai peluncuran market trial Energi Alternatif DME, di Kantor Pusat PT Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Rabu (24/6/2009).

"Nilai investasinya diperkirakan sebesar US$1,9 miliar dengan kapasitas produksi sebesar 1,7 juta ton DME per tahun," ujar Christoforus.

Christoforus menjelaskan, rencananya plant tersebut akan dibangun di Eretan, Indramayu dan Peranap, Riau. Untuk Eretan rencananya akan dibangun dengan kapasitas 2 X 400 ribu ton yang akan mengubah gas metanol menjadi DME dan ditargetkan selesai pada 2012.

"Sisanya di Riau akan mengubah batu bara menjadi gas metanol, ditargetkan selesai 2013," tandasnya.

Dalam pembangunan plant tersebut, lanjut Christoforus, Pertamina akan memiliki kepemilikan saham sebesar 20 persen.

"Pertamina akan memiliki share sekira 20 persen dalam pembangunan plant tersebut," ungkapnya.Uji coba produk campuran DME dan elpijiSelain itu, perseroan juga akan melakukan uji coba produk campuran DME dengan elpiji selama 3 bulan.

"Pemasaran uji coba 3 bulan dan rencananya akan dibagikan kepada kurang lebih 300 rumah tangga dan 150 seperti restoran dan warteg ," kata Deputy Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya.

Hanung menjelaskan dalam uji coba tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi yang komperhensif mengenai kebutuhan konsumen.

Hanung berharap pada 2012 bahan bakar di rumah tangga tidak hanya menggunakan elpiji namun juga menggunakan DME.

"Jika kebutuhan elpiji 4 juta metrik ton, maka akan kami kombinasikan dengan 800 ribu ton DME," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menyatakan, berdasarkan hasil penelitian dengan komposisi DME 20 persen dicampurkan dengan 80 persen elpiji akan menghasilkan panas yang sama dengan pembakaran elpiji 100 persen.

"Padahal harga DME lebih murah 20 persen dari elpiji," kata Faisal.

Tahun depan, lanjut Faisal, Pertamina akan mencoba untuk menggantikan solar yang digunakan bus kota. Faisal berharap dengan adanya DME, BUMN Migas ini tidak perlu lagi mengimpor elpiji.

"Kehadiran DME diharapkan bisa mengurangi impor elpiji di masa mendatang," ungkapnya.

DME adalah senyawa kimia berbentuk gas pada ambient temperature (suhu lingkungan) dan dapat dicairkan seperti halnya LPG. Sebagai bahan bakar rumah tangga, DME dapat digunakan sebagai campuran LPG  (LPG Mix DME) dan DME 100 persen.

Jika campuran DME-nya dua puluh persen dan elpiji 80 persen maka kompor yang digunakan untuk konversi minyak tanah ke elpiji bisa digunakan, namun jika DME diatas 20 persen maka harus menggunakan jenis kompor lain. (epi/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads