Hal ini dikatakan oleh Country Director Bank Dunia Joachim Von Amsberg dalam seminar "Global Economy And The Road To Recovery" di Financial Hall, Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (24/6/2009).
"Tapi dalam situasi krisis ini, Indonesia bisa mengelola ekonominya dengan lebih baik yang terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih positif," ujarnya.
Joachim memaparkan, pada triwulan I 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif 4,4 persen, bersama Cina (6,1 persen), India (4,1 persen), kemudian Filipina (0,4 persen).
Sementara di ASEAN, Bank Dunia mencatatkan pertumbuhan ekonomi Thailand dan Malaysia kuartal I-2009 masing-masing minus 7,1 persen dan minus 6,2 persen.
"Indonesia bisa meningkatkan pendapatan per kapitanya dengan cara mengakselerasi pencapaian dalam10 tahun terakhir, sehingga pendapatan per kapita 2009-2014 bisa terus meningkat," kata Joachim.
Beberapa saran yang diutarakan Bank Dunia untuk Indonesia sehingga perekonomiannya bisa terus meningkat antara lain, meningkatkan belanja infrastruktur, kesehatan, ketahanan sosial, dan agrikultur.
"Agar belanja bisa efektif maka pemerintah harus mempercepat reformasi institusi negara," imbuh Joachim.
Beberapa terobosan baru yang harus dibuat oleh pemerintah adalah menghilangkan bottleneck transportasi, antara lain dengan pembangunan jalan tol trans Jawa.
Kemudian membangun kota-kota berkelas dunia dengan cara meninvestasi infrastruktur kota seperti transportasi massa, perumahan, air, dan sanitasi. Lalu revitalisasi PDAM untuk penyediaan air dan sanitasi kepada masyarakat.
(dnl/ang)
