Demikian disampaikan Dirut Pertamina Karen Agustiawan dalam keterangan pers usai penandanganan jual beli di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
"Nilai jualnya US$ 280 juta, dari kas internal yang sudah kami siapkan sebelumnya. Ke depan kami belum akan gandeng siapapun, kami akan kelola 46 persen itu sendiri," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Medco, yang kalah dalam tender tersebut mengaku kalah dan justru lega karena aset BP ONWJ masih jatuh ke perusahaan nasional.
"Saya ikut bangga perusahaan nasional seperti Pertamina bisa mendapatkan blok ini," ujar Direktur Operasional Medco Energy Internasional Lukman Mahfoedz dalam pesan singkatnya pada detikFinance, Kamis (25/6/2009).
BP yang sebelumnya menjadi pemegang saham dominan di operasi lapangan ONWJ berniat melepas kepemilikannya karena menilai lapangan itu tak lagi ekonomis untuk strategi jangka panjang.
Selain BP, pemarin lainnya di lapangan ONWJ adalah perusahaan China CNOOC dengan 36,72 persen dan perusahaan Jepang Inpex dengan saham 7.25 persen.
Pertamina memang tengah gencar-gencarnya mengembangkan bisnis terutama di sektor hulu migas. BUMN terbesar ini kini masih mengincar sejumlah lapangan migas potensial untuk digarapnya.
(lih/qom)











































