"Kami dan Pertamina juga sepakat bahwa 400 karyawan BP ONWJ akan menjadi karyawan mereka. Itu tandanya mereka menghargai karyawan kami," ujar Presiden Direktur BP Indonesia Wiliam Lin usai penandatangan Sales and Purchase Agreement of BP West Java Ltd antara BP dengan PT Pertamina (Persero) di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Wiliam juga berharap dengan masuknya Pertamina ke blok BP ONWJ maka diharapkan produksi blok ONWJ dapat ditingkatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengaku sudah mengincar blok BPOWJ sejak ia masih Direktur Hulu.
"Aset ini sudah diincar sejak saya masih menjadi Direktur Hulu. Bukan hanya aset saja, tetapi juga teknologi BP di sana," kata Karen.
Karen menjelaskan pengambilalihan blok tersebut karena adanya wilayah kerja milik Pertamina yang berdekatan dengan blok BPOWJ. Dengan pengambilalihan BPOWJ tersebut, maka Pertamina bisa mengintegrasikan operasi migasnya di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa dari timut hingga barat.
"Alasan lainnya yaitu tenaga ahli yang dimiliki BP di sana, karena kami akan fokus ke offshore," jelasnya.
Karen berharap kerjasama dengan BP bisa terus dikembangkan lagi baik di sektor hulu maupun hilir.
"Ini pertama kalinya kerjasama Pertamina dengan BP, semoga ke depan bisa kerjasama lagi dengan BP di hulu maupun hilir di dalam atau luar negeri," ungkapnya.
Seperti diketahui, BPONWJ memiliki wilayah kerja seluas 8.300 KM2 di lepas pantai Jawa Barat dimulai dari utara Cirebon sampai Kepulauan Seribu, terdiri dari fasilitas 314 sumur yang sudah berproduksi dan 218 struktur lepas pantai, 11 stasiun pengumpul permanen, 375 jalur pipa sepanjang 1250 km, 3 fasilitas penerima gas di daratan.
Menurut data yang ada sekarang, produksi rata-rata ONWJ sekitar 220 BBTUD dan 22.000 BPOD. Suplai gas ONWJ PSC digunakan untuk keperluan pembangkit listrik industri komersil serta konsumsi rumah tangga di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya.
(epi/lih)











































