Demikian terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Realisasi penjualan sebanyak 14,92 juta KL ini terdiri dari premium sebesar 8,29 juta KL (premium 8,25 juta KL dan biopremium 46 ribu KL), minyak tanah sebesar 2,2 juta KL, dan solar sebesar 4,43 juta KL (solar 3,19 juta KL dan biosolar 1,24 juta KL).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minyak tanah sebesar 71.890 KL, solar sebesar 5.294.514 KL, minyak diesel sekitar 51.015 KL dan minyak bakar sebesar 1.683.526 KL," papar Purnomo.
Adapun volume impor BBM sampai dengan bulan Mei 2009 terdiri dari impor oleh Pertamina dan badan usaha lain sebesar 5,84 juta KL.
"Sedangkan volume impor LPG oleh Pertamina hingga bulan Mei 2009 sebesar 578,08 ribu Metric Ton (MT)," paparnya.
Purnomo menambahkan total realisasi investasi di sub sektor migas pada tahun 2009 sampai dengan kuartal I sebesar US$ 3,350 juta. "Investasi itu terdiri dari investasi di kegiatan hulu migas US$ 2,958 juta dan investasi di kegiatan usaha hilir migas US$ 392 juta," paparnya.
(epi/lih)











































