Dalam debat yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu, JK menyerang capres nomor 1 yaitu Megawati Soekarnoputri soal harga penjualan gas Tangguh. JK bersikeras harga jual gas Tangguh yang disetujui saat Megawati menjadi presiden terlalu murah.
"Maaf bu, soal Tangguh, terlalu murah. Harusnya jangan US$ 3,8 (per barel) karena sekarang harganya bisa US$ 6 (per barel)," katanya dalam debat capres di studio Metro TV, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua Kali Diserang JK, Boediono Dibela SBY
Setelah Mega, giliran SBY-Boediono yang jadi sasaran JK. Kali ini JK mengungkit persoalan-persoalan dalam kepemimpinan SBY seperti suku bunga yang tinggi dan program percepatan 10.000 MW.
Pada satu kesempatan, JK juga menyinggung Boediono tentang tingginya suku bunga selama Boediono menjadi Gubernur Bank Indonesia.
"Jangan hanya inflasi yang harus ditekan, Pak Boediono. Tapi juga suku bunga untuk petani," kata JK sambil menunjuk Boediono.
Boediono yang tengah duduk di kursi penonton tidak membalas.
Namun JK tak menghentikan 'serangannya'. Dalam kesempatan lain ia menyinggung program 10.000 MW. JK menyinggung Boediono yang dianggapnya dulu tidak menyetujui penjaminan untuk program tersebut. Saat itu Boediono memang masih menjadi Menko Perekonomian.
"Saat itu Pak Boediono menolak penjaminan," katanya sambil menunjuk Boediono lagi. Dan Boediono lagi-lagi tidak membalas.
Namun kali ini serangan JK sempat dibalas oleh SBY. SBY mengatakan, pemerintah bukannya mempersulit penjaminan untuk program 10.000 MW, tetapi memang saat itu dibutuhkan kejelasan penjaminan apa yang diperlukan.
"Saya, Pak JK, dan Pak Boediono hadir saat itu. Dulu katanya tidak ada garansi, lalu jadi garansi lunak, lalu jadi garansi penuh. Lalu akhirnya kita berikan jaminan untuk 10.000 MW," katanya.
Mendengar jawaban SBY ini, JK langsung menimpali.
"Kalau waktu itu nggak disetujui, mati lampu kita sekarang," canda JK.
Secara keseluruhan, JK memang menjadi peserta yang terlihat paling atraktif. Selain lebih santai karena berbicara sambil berjalan-jalan, JK juga kerap mengeluarkan kalimat-kalimat lucu yang menyegarkan.
(lih/dnl)











































