Β
Dari angka tersebut, pagu indikatif yang dikeluarkan Menneg PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan untuk Kementerian Negara BUMN tahun 2010 sebesar Rp 114,2 miliar.
Β
Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela rapat kerja dengan DPR Komisi VI di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2009).
Β
"Ada perbedaan antara usulan dengan pagu indikatif karena ada beberapa proyek kita yang belum disetujui tahun ini," ujarnya.
Β
Ia mengatakan, dari jumlah pagu indikatif tersebut Kementerian Negara BUMN mengusulkan tambahan sebesar Rp 15 miliar.
Β
Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk peningkatan kapasitas SDM Kementrian Negara BUMN serta pemberian bea siswa bagi karyawan yang berprestasi.
Β
Ia mengatakan, ada lima program utama dalam RKA-K/L Kementerian Negara BUMN tahun 2010, antara lain Pembinaan dan Pengembangan BUMN diusulkan sebanyak Rp 46,218 miliar, pagu indikatifnya menjadi Rp 55,46 miliar.
Β
Program Peningkatan Pengawasan dan AKuntabilitas Aparatur Negara diusulkan sebanyak Rp 1,28 miliar, jumlahnya sama dengan pagu indikatif.
Β
Lalu program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik diusulkan sebanyak Rp 13,25 miliar, jumlahnya sama dengan pagu indikatif.
Β
Selanjutnya, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara diusulkan sebanyak Rp 79,99 miliar. Jumlah dalam pagu indikatif turun drastis menjadi hanya Rp 7,99 miliar.
Β
Terakhir, Program Penerapan Kepemerintahan yang Baik diusulkan sebanyak Rp 35,62 miliar, pagu indikatifnya menjadi Rp 36,2 miliar.
(ang/lih)










































