"Kita juga harus memperluas ekspor impor, dan juga bukan hanya investasi di negara masing-masing bisa juga kita joint operation di negara ketiga, ini bisa berhasil sebenarnya," kata kata Menteri Negara Turki Zafer Caglayan dalam pemaparannya di Forum Bisnis Indonesia-Turkdi, di Hotel Grand Hyatt, Senin (29/6/2009).
Saat ini Turki akan menjadi anggota tetap dari Uni Eropa. Menurut Caglayan, keanggotaan itu akan berdampak pada peraturan cukai dari Uni Eropa yang akan meliberalisasi pasar antar anggotanya.
"Seluruh Investasi asing bisa memanfaatkan keuntungan di negara sendiri dan dibebaskan dari beberapa regulasi dan juga Indonesia investasi di Indonesia dengan nol kepabeanan. Bisa menyebarluaskan di pasar Eropa. Kami memiliki sistem liberalisme, bebas untuk bea cukai untuk eropa," jelasnya panjang lebar.
Ia menambahkan, iklim investasi di Turki penuh dengan banyak insentif yang siap diberikan kepada para investor termasuk dari Indonesia. Ia mencontohkan untuk investasi di kawasan tertentu akan mendapat keringanan pajak, juga keringanan tanggungan jaminan sosial tenaga kerja.
"Anda mendapatkan insentif investasi dari negara ada kawasan tertentu, tenaga kerja kita juga murah," ucapnya.
Sementara itu Ketua Kadin MS Hidayat mengatakan selain kerjasama perdagangan kedua negara, pihak pengusaha Indonesia mengharapkan para investor Turki bisa masuk dalam investasi bidang minyak dan gas.
"Dari US$ 2,1 miliar (volume ekspor kedua negara), kita yang menang, atau surplus," ucapnya.
Pengusaha Turki Kumpul di Jakarta
Para pengusaha dan perwakilan pemerintahan dan parlemen Turki berkumpul di Jakarta dalam rangka Forum Bisnis Indonesia-Turki. Kedua negara akan membicarakan peningkatan perdagangan dan investasi.
"Delegasi Turki ini ada 65 pengusaha dan beberapa anggota parlemen dalam rangka bisnis forum Indonesia-Turki, yang dipimpin oleh menteri perdagangannya," kata Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat.
Menurut Hidayat, hubungan perdagangan kedua negara selama 10 tahun terakhir terus meningkat terutama setelah dibentuk bisnis forum kedua negara. Ia menggambarkan nilai volume perdagangan kedua negara pada tahun 1998 lalu hanya mencapai US$ 200 juta, namun pada tahun 2008 telah tembus hingga US$ 2 miliar.
Rencananya, Indonesia melalui Kadin akan menawarkan kerjasama bidang pariwisata kepada pihak Turki, agar negara di perbatasan Eropa dan Asia itu bisa meningkatkan kunjungan wisatawannya ke Indonesia.
"Kenapa tidak datangkan turis ke mari? tapi mereka akan bicarakan masalah ini dalam forum ini," jelasnya.
Hidayat menambahkan, mengatakan selama ini ekspor Indonesia ke Turki berkembang di bidang tekstil dan makanan. Untuk itu ia mengharapkan agar Turki bisa meningkatkan investasinya ke Indonesia.
(hen/qom)











































