Anggaran Stimulus Infrastruktur Dinilai Mubazir

Anggaran Stimulus Infrastruktur Dinilai Mubazir

- detikFinance
Selasa, 30 Jun 2009 10:38 WIB
Anggaran Stimulus Infrastruktur Dinilai Mubazir
Jakarta - Penyerapan yang rendah membuat stimulus fiskal infrastruktur dinilai tidak ada gunanya lagi alias mubazir. Dari total anggaran senilai Rp 10,2 triliun, sampai saat ini realisasinya hanya 2%.
 
Hal ini dikatakan oleh Ketua Komisi XI DPR Hafiz Zawawi saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2009).
 
"Sudah lewat dong fungsi stimulus untuk counter cylical, jadi mubazir. Kita lihat dulu motif dan kegunaannya yang waktu itu kan untuk kurangi dampak krisis. Kalau sekarang baru 2% padahal dampak krisis sudah mau lewat, jadi tidak banyak gunanya," tuturnya.
 
Karena itu menurut Hafiz, anggaran stimulus yang belum terlaksana sebaiknya dipangkas dan dialihkan untuk subsidi saja. "Bisa saja program yang belum jalan di cut, tidak menutup kemungkinan untuk itu, kita alihkan saja untuk subsidi," imbuhnya.
 
Hafiz mengatakan, karena realisasinya yang kecil, maka dampak stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi juga sangat kecil sekali.
 
"Tapi bukan hanya stimulus yang kecil, tapi juga pada belanja yang reguler, konsumsi belanja kementerian/lembaga dan yang ada anggarannya. Stimulus Rp 10 triliun itu kecil dibandingkan belanja modal dan barang yang sampai Rp 200 triliun," ungkapnya.
 
"Jadi stimulus tidak relevan lagi disebut counter cylical kecuali stimulus perpajakan," tambahnya.

(dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads