Selama ini sekitar 80 persen pasokan kedelai di Indonesia berasal dari impor. Akibatnya industri kedelai dalam negeri tidak bisa berkembang.
Untuk itu, Ketua Forum Komunikasi Kopti, Sutaryo mengusulkan kepada pemerintah untuk menerapkan tata niaga kedelai dengan memfungsikan kembali peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga kedelai agar target swasembada kedelai ditahun 2012 bisa tercapai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, pemerintah diminta memberikan proteksi harga kacang kedelai kepada petani. "Dimana pada saat panen harga kedelai impor lebih murah, maka diatasi dengan cara menaikan bea masuk untuk kedelai impor," ungkapnya.
Untuk lebih mendorong minat petani agar menanam kedelai, Sutaryo menyarankan kepada pemerintah untuk memberikan bantuan bibit atau pupuk bagi petani. "Pemberian bibit dan pupuk ini hasus diberikan tepat sasaran dan tepat waktu," tandasnya.
Jika tata niaga itu tidak dilakukan, produsen tahu tempe mengaku pesimistis swasembada kedelai bisa tercapai di 2012. Apalagi berkaca pada target swasembada kedelai sebelumnya, yaitu di 2008, yang juga tidak tercapai.
"Ini berarti program swasembada pada tahun 2012 besar kemungkinan tidak tercapai kalau pemerintah tidak melakukan pola-pola strategis," ungkap Sutaryo.
(epi/lih)










































