Kedua perusahaan migas asing ini memasok gas untuk PLTG Senipah selama 20 tahun. Harga gas yang disepakati dibagi menjadi dua term. Untuk gas yang dipaso mulai 2011 hingga 2017 dihargai US$ 3,5 per MMBTU ditambah eskalasi 3 persen per tahun. Selanjutnya pada 2018 hingga 2031 gas dihargai US$ 4,5 per MMBTU ditambah eskalasi 3 persen dan 30 persen dari kenaikan harga jual listrik ke PLN.
"Kutai Kartanegara merupakan pengashil gas terbesar di Indonesia, sehingga wajar bila sebagian gas yang dieksplorasi di wilayahnya dipergunakan untuk kepentingan setempat," kata Direktur Utama Perusahaan Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (PKSDE) Kutai Kartanegara Ramli Akhmad dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Selasa (30/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan PLTG Senipah diharapkan dimulai pada 2011 untuk memasok listrik ke sistem Mahakam yang mencakup Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kartanegara.
(lih/qom)











































