Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Asaki Elisa Sinaga dalam acara konferensi pers di Gran Melia, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
"Ekspor tahun ini turun 20%, bukan hanya permintaan masalahnya gas pada PGN," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Spanyol dan Italia industri (keramik) itu seperti terlihat mati, kalau Indonesia masih lebih baik," ucapnya.
Meskipun relatif masih jauh lebih baik, sejak lama industri keramik Indonesia dihadapi oleh masalah klasik yaitu pasokan dan harga gas yang masih menghantui. Yaitu para produsen keramik harus membeli gas dalam kurs dolar padahal penjualan lebih banyak di dalam negeri.
"Ekspor itu penting walaupun kecil, setidaknya untuk mendapatkan devisa dolar karena kita membeli gas pakai dolar," jelasnya.
Selain itu, ia mengharapkan upaya ekspansi perusahaan-perusahaan asing yang akan masuk ke Indonesia sebaiknya bisa ditekan karena sektor keramik relatif bisa dikembangkan oleh investor lokal.
"Ekspansi yang dari luar itu yang kita cegah, karena keramik itu produk yang tidak high tech, tapi juga bukan kita menghalangi investasi masuk," serunya.
Ia menambahkan Indonesia memiliki bahan baku gas yang cukup, yang ditopang oleh pasar dalam negeri dan tidak memerlukan teknologi tingkat tinggi (high tech).
"Tahun ini ekspor kita turun tapi kita mencoba mencari celah, teramasuk mengembangan desain," jelasnya.
Gelar Business and Marketing Competition for Ceramics
Rencananya dalam rangka pengembangan produk keramik lokal dari sisi inovasi produk, pada tanggal 2 Juli 2009 akan digelar Business and Marketing Competition for Ceramics (BMCC).
Ketua Asaki Achmad Widjaja mengatakan bisnis forum dan kompetisi desain keramik bagi mahasiswa sangat penting untuk mencari ide-ide baru dari mahasiswa dalam mengembangkan desain produk keramik dalam negeri.
"Masalah estetika dari sisi design, warna ide-ide segar dari mahasiswa," kata Widjaja.
Dikatakannya dari 45 universitas yang diundang terbaik di seluruh Jawa, dipilih 20 univeritas, yang kemudian dipilih 5 univeritas terbaik.
"Bisnis forum ini secara marketing, dari karya mereka yang masuk ke kita akan kita jadikan struktur bisnis kita, yang bisa kita bawa ke forum internasional," katanya.
Rencananya dalam rangka pengembangan desain keramik, kompetisi keramik mahasiswa akan ditingkatkan ke tingkat ASEAN dalam rangka mendorong terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah World Tile Manufacturers Forum di tahun 2010.
(hen/lih)










































