Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2009).
"Gelora Bung Karno tidak dijadikan underlying asset sukuk atau syariah bond, saya ulangi lagi Gelora Bung Karno tidak dijadikan borrow untuk syariah bond atau sukuk," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gelora Bung Karno tetap aman dalam neraca pemerintah RI. Jadi tidak perlu diperdebatkan," tegasnya.
Sebelumnya Departemen Keuangan memang berencana menjadikan aset Gelora Bung Karno yang nilainya kurang lebih Rp 50 triliun sebagai underlying asset penerbitan sukuk baik dalam negeri maupun global. Namun karena suatu alasan pemerintah batal melakukannya.
Memang di masa pemilu saat ini, pemerintah mendapatkan sindiran mengenai penggadaian Gelora Bung Karno untu penerbitan sukuk. Salah satunya dikatakan cawapres Prabowo yang mengatakan pemerintah telah menggadaikan Gelora Bung Karno yang merupakan warisan bangsa sejak zaman Presiden Pertama RI Soekarno.
(dnl/qom)










































