Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidie mengatakan, pada Mei 2009 nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 9,26 miliar atau naik 9,52% dibanding April 2009, sementara dibanding Mei 2008 turun 28,28%.
"Ekspor non migas pada Mei 2009 mencapai US$8,16 miliar naik 13,3% dibanding April 2009, kalau dibanding Mei 2008 turun 15,77%," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR. Sutomo, Jakarta, Rabu(1/7/2009).
Secara kumulatif nilai ekspor periode Januari sampai Mei 2009 tercatat US$ 40,74 miliar atau turun 29,24% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pada periode Mei 2009, ekspor Indonesia paling tinggi adalah ke Jepang senilai US$ 937,7 juta, diikuti AS US$ 845,7 juta, dan Singapura US$ 779,2 juta.
Sementara itu untu impor pada Mei mencapai US$ 7,85 miliar atau naik 17% dibanding April 2009 yang sebesar US$ 6,71 miliar. "Nilai impor Indonesia periode Januari sampai Mei 2009 mencapai US$ 33,65 miliar atau turun 36,56% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," jelasnya.
Negara pengimpor terbesar ke Indonesia adalah dari Cina US$ 4,85 miliar atau 17,36% dari total impor. Sementara impor dari Jepang senilai US$ 3,5 miliar (12,54%), Singapura US$ 3,15 miliar (11,28%).
(dnl/qom)











































