Demikian dikatakan oleh Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi mengenai Angka Ramalan II (ARAM II) dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Rabu (1/7/2009).
"Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 341,56 ribu hektar atau 2,77% dan juga produktivitas sebesar 0,44 kuintal/hektar (0,9%)," katanya.
Ali mengatakan, perkiraan kenaikan produksi padi tahun 2009 terdapat di beberapa provinsi terutama di Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Jawa Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.
Produksi Jagung
Selain itu, BPS juga meramalkan produksi jagung di tahun 2009 diperkirakan sebesar 17,04 juta ton pipilan kering. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar723,96 ribu ton atau 4,44% dibandingkan produksi jagung 2008.
"Kenaikan produksi tahun 2009 diperkirakan terjadi karena naiknya luas panen seluas 341,56 ribu hektar (2,38%) dan produktivitas sebesar 0,82 kuintal per hektar (2,01%)," tutur Ali.
Ali mengatakan perkiraan kenaikan produksi jagung tahun 2009 terdapat di beberapa provinsi yaitu Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat.
Produksi Kedelai
Untuk kedelai, BPS juga memperkirakan di tahun 2009 produksi kedelai Indonesia mencapai 924,51 ribu ton biji kering. Dibandingkan produksi tahun 2008 terjadi kenaikan sebesar 148,80 ribu ton (19,18%).
"Kenaikan produksi tahun 2009 diperkirakan terjadi karena naiknya luas panen seluas 110,44 ribu hektar (18,69%) dan produktivitas sebesar 0,05 kuintal per hektar (0,38%). Kenaikan produksi kedelai tahun 2009 diperkirakan terjadi terutama di Provinsi Jawa Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, Nusa Tenggara Barat," pungkas Ali.
(dnl/lih)










































