Hal ini disampaikan oleh Direktur Perum Bulog Mustafa Abubakar dalam acara konferensi pers di Kantor Bulog, Jakarta, Rabu (1/7/2009).
"Kalau dari target tahunan baru terealisasi mencapai 45%," imbuhnya.
Realisasi yang masih rendah ini, kata Mustafa disebabkan karena adanya penyaluran raskin 2009 yang terlambat karena dipicu oleh perbaikan data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan verifikasi Rumah Tangga Sasaran (RTS).
"Karena BPS masih memerlukan verifikasi, memakan waktu penyelesaian 2 bulan, baru bulan Maret dan April baru kita mulai. Jadi efektifnya praktis baru dilakukan 3 sampai 3,5 bulan lalu," jelasnya.
Mengenai jumlah RTS raskin yang akan disalurkan pada tahun 2010, pemerintah akan kembali menetapkan hanya sejumlah 17,5 juta RTS dengan pertimbangan sudah banyak pengurangan RTS miskin di tahun itu.
"Untuk harga raskin 2010, itu harganya belum disepakati masih pembicaraan antara Panitia Anggaran (DPR) dengan Menteri Keuangan. Bulog ingin harganya tetap Rp 1600 per Kg, tapi di kantor Menkokesra itu inginnya Rp 2000 per Kg," jelasnya.
(hen/dnl)











































