Direktur Jenderal Migas Evita H Legowo menyatakan pihaknya masih memperhitungkan lagi keekonomian dari penggunaan DME sebab jika perbedaan harga antara DME dengan elpiji terlalu besar maka subsidinya akan semakin besar.
"Kalau kita kasih subsidi berat, kalau insentif saja masih mungkin," ungkap Evita usai rapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evita sendiri menyambut baik pengembangan DME sebagai energi alternatif. DME terbuat dari batubara muda yang diubah menjadi methanol kemudian dibentuk jadi DME.
"Untuk saya sebagai orang teknis, itu bagus," kata Evita.
Pertamina baru saja menggandeng PT Arrtu Mega Energie untuk membangun kilang Dimethyl Ether (DME) di Eretan, Indramayu dan Peranap Riau dengan nilai investasi sebesar US$ 1,9 miliar.
(epi/lih)










































