Perdagangan Dunia Bisa Minus 10% Akibat Proteksionisme

Perdagangan Dunia Bisa Minus 10% Akibat Proteksionisme

- detikFinance
Kamis, 02 Jul 2009 10:20 WIB
Perdagangan Dunia Bisa Minus 10% Akibat Proteksionisme
Jenewa - World Trade Organisation (WTO) memperkirakan pertumbuhan perdagangan dunia akan makin memburuk seiring maraknya kebijakan sejumlah negara yang mengarah ke proteksionisme. WTO merevisi perkiraan pertumbuhan perdagangan dunia dari semula minus 9 persen menjadi minus 10 persen.

Volume perdagangan di negara-negara berkembang yang semula diperkirakan hanya akan minus 2-3 persen kini diproyeksi bakal terpuruk hingga minus 7 persen. Kondisi di negara maju bahkan lebih parah karena semula diperkirakan hanya anjlok 10 persen, kini diprediksi akan terporsok lebih dalam menjadi minus 14 persen.

Berdasarkan laporan WTO, revisi proyeksi ini dilakukan berdasarkan kondisi 3 bulan terakhir dimana banyak negara yang mulai memperlihatkan gejala-gejala proteksionisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam 3 bulan terakhir, ada kecenderungan yang makin besar ke arah kebijakan yang mengetatkan perdagangan dan mendistorsi," demikian laporan WTO yang dikutip AFP, Kamis (2/7/2009).

Laporan itu juga mencatat, meskipun tidak memperhitungkan dampak flu burung, saat ini memang banyak kendala-kendala dalam perdagangan liberal.

Namun pengetatan yang dilakukan sejumlah negara terkait pandemik virus H1N1 memang menjadi faktor yang dominan dalam pengetatan aktivitas ekspor impor, terutama yang berhubungan dengan negara-negara yang positif flu burung.

"Memburuknya pandemik virus H1N1 juga bisa menciptakan risiko yang lebih besar dalam pemulihan ekonomi global," tambah laporan tersebut.

Faktor lain yang menurut WTO berpengaruh pada anjloknya pertumbuhan perdagangan adalah program stimulus yang gencar dikucurkan sejumlah negara. Sayangnya, karena keterbatasan akses, WTO tidak bisa mengukur sejauh mana program stimulus ini berpengaruh terhadap distorsi pasar dan kompetisi. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads