Hal tersebut disampaikan Associate Director, Retailer Service, The Nielsen Company Indonesia, Febby Ramaun di Gedung Mayapada Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
"Untuk 2009, kami perkirakan single digit dan jauh lebih rendah yaitu sekitar 9-10%," ungkapnya.
Menurut Febby, hal ini disebabkan masyarakat masih menahan keinginannya untuk berbelanja, dan selain itu masyarakat juga masih menunggu situasi sampai selesainya pilpres.
"Arus uang yang mengalir ke bawah juga tidak terlalu banyak karena masih digunakan untuk hal lain," jelasnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Nielsen, penjualan 53 barang bermerek yang dijual ritel modern maupun tradisional sepanjang Januari-Mei 2009 mencapai Rp 39,883 triliun.
"Angka ini meningkat 6,5% jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2008," ungkapnya.
Kopi tercatat sebagai produk yang mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. "Pertumbuhannya double digit baik dari sisi volume maupun value . Untuk volume meningkat 12,3% dan value 17%," jelasnya.
Peningkatan penjualan kopi tersebut disebabkan adanya kopi yang dijual dengan bentuk sachet. "Adanya kopi sachet inilah yang mendorong pertumbuhan penjualan kopi," ungkapnya.
(epi/dnl)











































