"Tahun ini angka FDI akan di bawah US$ 10 miliar," ujar Ketua Kadin, M.S. Hidayat di JCC, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
Ia mengatakan, tahun lalu angka FDI masih mencapai US$ 15 miliar. Mengacu pada angka tersebut, proyeksi FDI tahun ini bakal lebih rendah sedikitnya 33% dibanding tahun 2008.
"Tapi kita masih bersyukur karena ekonomi masih tumbuh dibanding negara lain yang lebih mengalami kontraksi," ujarnya.
Menurut Hidayat, alasan utama yang menyebabkan turunnya FDI tahun ini adalah karena krisis ekonomi global menjadikan para investor asing cenderung berhati-hati dalam menanamkan modalnya di luar negeri, termasuk Indonesia.
"Kelihatannya mereka (investor asing) juga lebih banyak melakukan investasi jangka pendek di Indonesia seperti di produk-produk obligasi, saham, sukuk dan sebagainya," ujarnya.
Ia juga memasang sikap pesimistis terhadap pengaruh stimulus fiskal pada investasi di sektor industri yang masih jauh dari harapan.
"Kita harap stimulus fiskal bisa mendongkrak investasi di sektor industri, tapi kelihatannya jauh dari harapan karena progresnya masih di bawah target," ujarnya.
(dro/dnl)










































