"Kami mau ikut second round tender disana," ungkap Dirut Pertamina Karen Agustiawan di kantor kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
Karen mengakui, mundurnya Pertamina pada tender lapangan migas sebelumnya di Irak karena digunakan skema service kontrak. Dengan skema tersebut, pemerintah Irak hanya akan membayar berdasarkan hasil produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karen menambahkan Pertamina juga mengajukan penawaran bersama Westwood Petroleum Limited asal Australia untuk mengincar lapangan minyak di dalam negeri.
Dalam lelang yang digelar pemerintah Irak sebelumnya, hanya 1 konsorsium yang dimenangkan yakni untuk Blok Rumalia. Ladang minyak raksasa dengan cadangan 17,7 juta barel yang terletak di Selatan Irak itu jatuh ke tangan BP dan CNPC International Ltd . Kedua perusahaan minyak raksasa dari Inggris dan China itu sepakat untuk menerima harga US$ 2 per barel.
Tender tahap pertama itu sebelumnya diikuti oleh 31 raksasa migas dunia, termasuk Pertamina. Namun menjelang pengumuman, sejumlah perusahaan migas memutuskan untuk menarik penawarannya karena tak puas dengan penawaran dari pemerintah Irak.
Irak akan menggelar tender lanjutan, dan meminta para raksasa minyak itu untuk memasukkan lagi dokumen penawarannya.
(lih/qom)











































