Pertamina dan PGN 'Cerai' di Proyek Terminal LNG

Pertamina dan PGN 'Cerai' di Proyek Terminal LNG

- detikFinance
Kamis, 02 Jul 2009 16:38 WIB
Pertamina dan PGN Cerai di Proyek Terminal LNG
Jakarta - Pertamina dan PGN yang semula akan berkonsorsium membangun terminal floating LNG di Jawa Barat akhirnya memutuskan untuk berpisah. Keduanya akan membangun terminal floating LNG secara terpisah di lokasi yang berbeda.

Menurut Dirut Pertamina Karen Agustiawan, 'perceraian' ini terpaksa terjadi agar target pembangunan 2 terminal LNG itu bisa cepat tercapai. Pertamina akan membangun terminal floating LNG di Jawa Barat sementara PGN akan membangun di Sumatera Utara.

"Yang terakhir dari rapat itu, kita akan konsentrasi membangun yang di Jawa. PGN akan konsentrasi membangun yang di Sumatera Utara. Jadi satu-satu," jelasnya di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (2/7/2009).

Menurut Karen, alasan diambilnya keputusan tersebut yaitu untuk mempercepat proses pembangunannya. Sebab sebelumnya, Pertamina dan PGN diminta untuk mengerjakan selama 3 tahun sampai on stream, namun kemudian pemerintah merevisi permintaannya menjadi hanya 2 tahun.

Meski dibangun sendiri-sendiri, namun di masa datang Pertamina tetap bisa ikut serta di proyek PGN di Sumatera Utara. Begitu juga sebaliknya, PGN bisa berkontribusi di proyek Pertamina di Jawa Barat.

"Karena ini disuruh cepat, maka leadnya sendiri-sendiri. Tapi at the end, boleh saling berkontribusi," ungkapnya.

Adapun kapasitas terminal LNG floating di Jawa Barat yang akan lanjut Karen mencapai sekitar 200-400 mmscfd. Sedangkan kapasitas proyek PGN di Sumatera Utara sekitar 100-150 mmscfd.

Meski dibangun terpisah, tujuan pembangunan kedua proyek itu tetap sama, yaitu untuk memenuhi kebutuhan PLN.

"Kalau yang di Jakarta untuk PLTGU Tanjung Priok dan PLTGU Muara Karang, kalau di Sumatera saya nggak tahu untuk PLTU mana," tegasnya.

Karen mengakui pembangunan terminal apung hanya membutuhkan waktu sekitar 8 bulan. Namun, persiapan menunjuk
konsultan dan sebagainya membutuhkan waktu sehingga harus dilakukan segera. Saat ini konsorsium sedang membuka tender untuk mencari konsultan pembangunan terminal tersebut.

"Kita sekarang sedang mencari konsultan untuk itu," ungkapnya.Sementara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk mengaku belum mengetahui soal bercerainya PGN dan Pertamina dalam pembangunan terminal floating LNG di Jawa bagian Barat.

Hal ini disampaikan Corporate Secretary PGN, Wahid Sutopo dalam pesan singkatnya, Kamis (2/6/2009).

"Sampai saat ini kita masih mengacu pada HoA yang disepakati pada tanggal 17 April 2009 mengenai pembentukan perusahaan LNG Receiving Terminal," ujar  Wahid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahid menjelaskan saat ini konsorsium tersebut masih fokus pembangunan LNG Receiving Terminal di wilayah Jawa Bagian Barat. (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads