Pembangkit-pembangkit yang diperkirakan molor yaitu PLTU Tanjung Awar-Awar, Jatim (2x350 MW) dan PLTU Adipala, Jateng (1x660 MW).
Menurut Dirjen Listrik J. Purwono, awalnya kedua PLTU tersebut dijadwalkan akan selesai pada 2010, namun kemungkinan akan mundur ke 2011. Molornya pengoperasian dua PLTU tersebut disebabkan masalah pendanaan.
"Pendanaannya belum memenuhi untuk bisa pembayaran kepada kontraktor," jelas Purwono usai Peresmian Ruangan Pelayanan Informasi dan Investasi Terpadu Ditjen Minerbapabum, di Gedung Ditjen Minerbapabum, Jalan Supomo No 10, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Menurut Purwono, selain dua PLTU tersebut, pembangkit lainnya juga akan mundur dari jadwal. "Tapi yang lainnya termasuk di luar jawa akan bergeser sedikit," ungkapnya.
Namun Purwono memastikan untuk empat pembangkit yang akan beroperasi pada 2009 seperti PLTU Labuan, Indramayu, Rembang dan Pelabuhan Ratu beroperasi sesuai jadwal. "Diusahakan bisa beroperasi tepat waktu," jelasnya.
(epi/dnl)











































