Surplus APBN Semester I-2009 Rp 8,9 Triliun

Surplus APBN Semester I-2009 Rp 8,9 Triliun

- detikFinance
Jumat, 03 Jul 2009 14:49 WIB
Surplus APBN Semester I-2009 Rp 8,9 Triliun
Jakarta - Total pengeluaran dan pendapatan pemerintah hingga semester I-2009 (per 23 Juni 2009) mencatatkan surplus hingga Rp 8,9 triliun. Sedangkan dari sisi belanja, pengeluaran telah mencapai 34% atau sedikit lebih naik dari periode yang sama pada tahun 2008 lalu yang hanya 33%.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Herry Purnomo saat ditemui di Kantornya, Jumat (3/7/2009).

"Penyerapan belanja bagus. Kita bandingkan dengan tahun lalu, berdasarkan pagu stimulus, belanja negara 2008 33%, sekarang 34%," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekarang ini total belanja pemerintah mencapai Rp 337 triliun, sedangkan pada tahun  2008 pada periode yang sama hanya mencapai Rp 327 triliun. Artinya sudah ada kenaikan Rp 10 triliun.

"Bagus kok. Belanja barang tahun ini 24%, tahun lalu 22%. Belanja modal tahun ini 25%, tahun lalu 19,9%," imbuhnya.

Untuk itu ia mengharapkan dari sisa waktu 6 bulan ke depan ada kenaikan lagi lebih cepat dari posisi paruh 2009 hanya hanya 34%.

"Biasanya di akhir triwulan III meningkat. Kalau ini total, di situ kan pengaruhnya bukan hanya belanja K/L, tapi juga pembayaran utang. Yang K/L mungkinn 95%. Itu kan di luar pembayaran utang," jelasnya.

Per 23 Juni 2009 Departemen Keuangan mencatatkan beberapa hasil pengeluaran dan pemasukan keuangan negara antara lain :

Pemasukan:

  • Penerimaan dalam negeri Rp 346,7 triliun (40,9%).
  • Perpajakan Rp 276,8 triliun (41,83%).
  • Pajak dalam negeri Rp 268,2 triliun (41,7%).
  • PPh Rp 158,6 triliun (49,6%).
  • Migas Rp 23,59 triliun.
  • Non migas  Rp 136,6 triliun (48,6%).
  • Cukai  Rp 25,179 triliun  (46,29%).
  • Bea masuk  Rp 27,8 triliun  (47%).
  • Bea keluar Rp  536 miliar (22,5%).

Belanja:
  • Pemerintah Pusat Rp 215,4 triliun (31,45%).
  • Pegawai Rp 64,12 triliun (45,7%).
  • Barang Rp 22,29 triliun (24,3%).
  • Modal Rp 18,3 triliun (25,4%).

Subsidi Rp 28,412 triliun (23%):
  • Energi Rp 23,58 triliun (35%).
  • BBM  Rp 6,882 triliun (28%).
  • Listrik Rp 16,7 triliun  (39%).

Transfer ke daerah Rp 122,49 triliun (40,42%):
  • Dana Alokasi Umum Rp 193,14 triliun (49,9%).
  • Dana Alokasi Khusu  Rp 7,6 triliun  (30%).
  • DBH Rp 17,8 triliun (26,2%).
  • Pembiayaan Rp 43,387 triliun (32,53%):
  • Dalam Negeri  Rp 62,8 triliun.
  • SBN Rp 65,73 triliun  (120,14%).
  • Pinjaman proyek Rp 13,1 triliun (51%).
  • Pinjaman program Rp 3,2 triliun (10%).

"Jadi surplus Rp 8,9 triliun (selisih pendapatan dan pengeluaran)," imbuhnya.

(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads