Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Herry Purnomo saat ditemui di Kantornya, Jumat (3/7/2009).
"Penyerapan belanja bagus. Kita bandingkan dengan tahun lalu, berdasarkan pagu stimulus, belanja negara 2008 33%, sekarang 34%," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagus kok. Belanja barang tahun ini 24%, tahun lalu 22%. Belanja modal tahun ini 25%, tahun lalu 19,9%," imbuhnya.
Untuk itu ia mengharapkan dari sisa waktu 6 bulan ke depan ada kenaikan lagi lebih cepat dari posisi paruh 2009 hanya hanya 34%.
"Biasanya di akhir triwulan III meningkat. Kalau ini total, di situ kan pengaruhnya bukan hanya belanja K/L, tapi juga pembayaran utang. Yang K/L mungkinn 95%. Itu kan di luar pembayaran utang," jelasnya.
Per 23 Juni 2009 Departemen Keuangan mencatatkan beberapa hasil pengeluaran dan pemasukan keuangan negara antara lain :
Pemasukan:
- Penerimaan dalam negeri Rp 346,7 triliun (40,9%).
- Perpajakan Rp 276,8 triliun (41,83%).
- Pajak dalam negeri Rp 268,2 triliun (41,7%).
- PPh Rp 158,6 triliun (49,6%).
- Migas Rp 23,59 triliun.
- Non migas Rp 136,6 triliun (48,6%).
- Cukai Rp 25,179 triliun (46,29%).
- Bea masuk Rp 27,8 triliun (47%).
- Bea keluar Rp 536 miliar (22,5%).
Belanja:
- Pemerintah Pusat Rp 215,4 triliun (31,45%).
- Pegawai Rp 64,12 triliun (45,7%).
- Barang Rp 22,29 triliun (24,3%).
- Modal Rp 18,3 triliun (25,4%).
Subsidi Rp 28,412 triliun (23%):
- Energi Rp 23,58 triliun (35%).
- BBM Rp 6,882 triliun (28%).
- Listrik Rp 16,7 triliun (39%).
Transfer ke daerah Rp 122,49 triliun (40,42%):
- Dana Alokasi Umum Rp 193,14 triliun (49,9%).
- Dana Alokasi Khusu Rp 7,6 triliun (30%).
- DBH Rp 17,8 triliun (26,2%).
- Pembiayaan Rp 43,387 triliun (32,53%):
- Dalam Negeri Rp 62,8 triliun.
- SBN Rp 65,73 triliun (120,14%).
- Pinjaman proyek Rp 13,1 triliun (51%).
- Pinjaman program Rp 3,2 triliun (10%).
"Jadi surplus Rp 8,9 triliun (selisih pendapatan dan pengeluaran)," imbuhnya.
(hen/lih)











































