Hal ini disampaikan oleh Dirjen Kerjasaman Perdagangan Internasional (KPI) Gusmardi Bustami usai bertemu delegasi pemerintah Timor Leste, di kantor Departemen Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
"Mereka ingin mendapat pengalaman dari kita bagaimana menangani harga di dalam negerinya, selain itu mereka juga kurang ekspor dan pengalaman," kata Gusmardi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"4 orang expert Indonesia bidang perdagangan akan dikirim ke Timor Leste untuk memberikan pengalaman dalam bidang perdagangan dalam dan luar negeri, termasuk trade research," ungkapnya.
Gusmardi mencontohkan salah satu bentuk ketidakstabilan harga di negeri jiran ituย yaitu mengenai harga beras, dimana harga berasnya bisa mencapai US$ 12 per 35 kg.
"Harganya sekitar US$ 30 sen per kg, memang lebih murah tapi sebenarnya sudah disubsidi 50% dari harga beras internasional," imbuhnya.
(hen/lih)











































