Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar usai menghadiri Pengukuhan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) di Balai Sidang UI, Depok, Sabtu (4/7/2009).
"Secara teknis, mereka (Air Safety Committe Uni Eropa) sudah merekomendasikan untuk dicabut. Kita akan melakukan persiapan sekitar 6-9 bulan baru bisa terbang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota pertama yang akan disambangi Garuda setelah bisa mengudara adalah Amsterdam. Setelah itu, Garuda akan terbang ke kota-kota besar lainnya di Eropa, seperti Frankfurt, London dan lainnya.
"Untuk awal, Insya Allah Amsterdam, lalu yang lain mengikuti. Setelah Amsterdam akan ke kota-kota lain, mungkin Frankfurt, London," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menyambut baik pencabutan larangan tersebut. Menurutnya, dengan berbagai persiapan tersebut Garuda baru bisa mendarat di Eropa tahun 2010.
"Pertama kita senang dengan adanya pencabutan larangan terbang. Tapi tentu perlu ada persiapan armada dan lain-lain. Kelihatannya oke, kita sudah siap lagi, tapi baru tahun depan," imbuhnya. (ang/qom)











































