Demikian hal itu dikemukakan oleh VP Communication PT Pertamina (Persero), Basuki Trikora Putra dalam pesan singkatnya kepada detikFinance , Senin (6/7/2009).
"Kenaikan konsumsi BBM yang mencolok adalah premium dan avtur berkisar 20-25 persen yaitu transportasi darat dan udara di daerah tujuan wisata," ungkapnya.
Meski begitu, ia menyatakan, stok BBM hingga pelaksanaan Pilpres nanti masih aman. Stok nasional BBM hingga minggu (5/7/2009) kemarin, adalah sebagai berikut premium 16,6 hari, minyak 45 hari, dan solar 22,4 hari.
"Total rata-rata stok premium, kerosene (minyak tanah), dan solar mencukupi untuk 22,2 hari," imbuhnya.
Sementara itu stok avtur dan Pertamax masing-masing 14,2 hari dan 46 hari. Sedangkan Pertamax Plus sebanyak 117,5 hari.
"Tidak ada depot dan instalasi yang stoknya kritis dan ini siap menghadapi pilpres," katanya.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan BBM secara tiba-tiba, pihaknya sudah menyiapkan Tim Satgas Pertamina yang aktif mulai dari h-7 sampai h+7 di lokasi-lokasi SPBU Pertamina.
(ang/lih)











































