Ekspor RI ke China 2009 Stagnan US$ 30 Miliar

Ekspor RI ke China 2009 Stagnan US$ 30 Miliar

- detikFinance
Senin, 06 Jul 2009 19:50 WIB
Ekspor RI ke China 2009 Stagnan US$ 30 Miliar
Jakarta - Pemerintah menargetkan ekspor Indonesia ke China 2009 setidaknya bisa bertahan di angka yang sama dengan 2008, yaitu US$ 30 miliar. Salah satu penyumbang yang besar adakag ekspor LNG Tangguh ke Fujian yang mencapai US$ 1 miliar.

Hal ini disampaikan Mari usai penandatanganan operation agreement pelaksanaan CAEXPO 2009 di Gedung Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais No 5, Jakarta, Senin (6/7/2009).

"Waktu 2008 kan nilai ekspor Indonesia ke China mencapai US$ 30 miliar, itu terjadi karena tingginya harga komoditi. Kalau diΒ  2009 bisa sama, itu sudah bagus. Apalagi ekspor Indonesia ke China dalam dua bulan terakhir terus meningkat," jelas Mari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mari menjelaskan, pengiriman LNG Tangguh ke Fujian China sebenarnya bisa menyumbang hingga US$ 2 miliar per tahun. Namun karena pengiriman baru dimulai pertengahan tahun, maka penerimaan yang diterima juga hanya setengah, yaitu US$ 1 miliar.

"Kita harapkan pengiriman gas tangguh ke Fujian mulai tahun ini. Sumbangan dari pengiriman tersebut diperkirakan mencapai US$ 2 miliar setahun. Namun karena ini cuma setengah tahun sehingga kalau dimulai maka bisa berkontribusi terhadap nilai ekspor kita sebesar US$ 1 miliar," ungkapnya.

Komoditas lain yang diharapkan bisa mendorong ekspor Indonesia ke China yaitu batu bara, CPO, dan karet. Di luar itu Indonesia juga ingin mendorong ekspor manufaktur, elektronik, tekstil, sepeda motor.

"Buah-buahan kita juga sudah ekspor kesana seperi manggis, dan salak," ungkapnya.

Mari menambahkan pariwisata juga bisa menjadi potensi untuk penerimaan negara. Di mana tahun ini diperkirakan ada 100 juta warga China yang berpariwisata ke luar Cina, termasuk Indonesia.

"Jadi ini potensi besar yang harus kita dapatkan," tandasnya.

(epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads