Menurut Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Komisaris Utama Merpati M Said Didu, tender tersebut dilakukan terkait dengan kurangnya armada perseroan sehingga berpengaruh kepada kinerja.
"Merpati sekarang lagi tender pesawat sewa. Daripada nunggu dari China, tapi kalau nanti (pesawat) China masuk ya enggak masalah," ujarnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (7/7/2009).
Ia mengatakan, dengan dilakukannya tender tersebut, Merpati bisa mengetahui harga pasti sebuah pesawat sewa. Namun sayangnya, ia enggan menyebutkan jumlah kebutuhan armada Merpati, begitu pula dengan jumlah pesawat dalam tender tersebut.
Gagal Cetak Laba
Kurangnya armada yang dimiliki BUMN aviasi tersebut menyebabkan target perolehan laba di semester pertama sesuai dengan RKAP perseroan gagal tercapai.
"Seharusnya semester satu ini Merpati bisa laba. Tapi enggak mungkin, armadanya kurang," imbuhnya.
Menurutnya, RKAP tersebut disusun dengan asumsi pesawat MA60 bisa didatangkan pada bulan Maret lalu. Molornya kedatangan pesawat asal negeri tirai bambu tersebut membuat perseroan menggelar tender pengadaan pesawat sewa.
(ang/lih)










































