Β
Demikian hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN M Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2009).
Β
"Kalau (penanganan) lambat kan semakin berdarah-darah BUMN-nya. Kita akan bahas efektifitas PPA," ujarnya.
Β
Menurutnya, pemerintah akan membahas apa saja kendala yang dialami PPA selama ini sehingga menyebabkan penanganannya kepada BUMN cukup lambat.
Β
"Pak Menteri menilai mekanisme kerja PPA selama ini lambat," imbuhnya.
Β
Ia mengatakan, pihaknya sudah memanggil dokter BUMN tersebut untuk melakukan rapat siang ini. Sore nanti, diharapkan hasilnya sudah bisa keluar.
Β
"Kita akan bahas empat kemungkinan untuk PPA," imbuhnya tanpa merinci lebih lanjut.
Β
Sebelumnya pemerintah sudah mengeluarkan PP No. 61/2008 untuk menambah tugas PPA yaitu merestrukturisasi dan revitalisasi BUMN.
Β
Hingga saat ini sudah ada sekitar 14 BUMN yang mengantri untuk disehatkan. Antara lain PT Merpati Nusantara Airlines, PT PAL Indonesia dan lain-lain.
(ang/lih)











































