Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani saat ditemui di kediamannya, Jalan Kertanegara No.14, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (8/7/2009).
"Stimulus 2010 tidak perlu sampai 2 persen, apalagi kalau pertumbuhan ekonomi semester II-2009 sudah membaik, 2010 itu (stimulus fiskal) antara 1 persen dan maksimal 1,6 persen," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dikatakan Sri Mulyani fokus kebijakan stimulus 2010 nanti tidak kepada infrastruktur, namun difokuskan kepada revitalisasi sektor industri.
"Fokus-fokus kebijakan dalam 5 tahun ini tentunya diperlukan review lagi seperti proposal dari sektor industri bahwa industri tekstil mengalami stagnasi karena mesin-mesinnya tua, sehingga perlu revitalisasi dan pemerintah melakukan subsidi kredit kepada perusahaan tekstil yang mau merevitalisasi," jelasnya.
Jadi pemerintah secara selektif akan langsung turun tangan memperbaiki sektor-sektor industri tertentu, seperti tekstil, pabrik gula dan pupuk.
"Kalau untuk infrastruktur memang harus terus berjalan seperti 10.000 MW yang agak delay, terus PLN mengenai masalah neraca keuangannya, penerbitan surat utang PLN. Ini menjadi masalah besar, kemudian Pertamina harus ekspansi di sektor hulu. Jadi untuk infrastruktur, fokus pemerintah adalah policy atau kebijakan yang kondusif karena permintaannya besar," paparnya.
(dnl/lih)










































