Industri Pengolahan Kakao Sekarat

Industri Pengolahan Kakao Sekarat

- detikFinance
Kamis, 09 Jul 2009 15:35 WIB
Industri Pengolahan Kakao Sekarat
Jakarta - Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) mengusulkan kepada pemerintah agar melakukan audit industrial terhadap industri pengolahan kakao yang selama ini banyak menghadapi masalah, bahkan diambang kehancuran.

Audit ini diharapkan bisa menyelamatkan industri pengolahan kakao, yang setiap tahunnya terus mengalami penurunan produksi kapasitas terpasang. Dari sebelumnya ada 16 industri pengolahan kakao di Indonesia, sekarang ini hanya ada 5 pabrik yang berjalan dengan kapasitas penuh sisanya tutup atau berjalan kembang kempis.

Ketua Umum Askindo Halim Abdul Razak mengatakan sekarang sudah  ada 3 pabrik pengolahan kakao yang tutup. Sedangkan sisanya dalam kondisi beristirahat atau tidak beroperasi karena terbengkalai seperti yang terjadi di Kendari, selain itu ada satu pabrik di Makasar akan dijual pemiliknya dan satu pabrik baru di Makassar yang kembang kempis karena sulit menjual produknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan masalah yang dihadapi oleh industri pengolahan kakao sekarang ini bukanlah masalah kekurangan bahan baku karena adanya sejumlah bahan baku yang lebih banyak diekspor namun lebih pada masalah kesulitan keuangan, manajemen dan lain-lain.

"Masalahnya tidak bisa digeneralisir. Saran Askindo harus ada audit industri case by case, biar tahu masalah bisa saja masalah finansial, management dan lain-lain," katanya dalam acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/7/2009).

Maka dengan demikian, bagi industri-industri yang telah disehatkan tersebut bisa menghasilkan produksi yang maksimal karena para petani kakao berani melakukan kontrak jangka panjang dengan para industri.

Total kapasitas terpasang 13 perusahaan yang aktif sebanyak 209.000 ton per tahun. Diantaranya  yang memiliki kapasitas penuh PT General Food Industries kapasitas 70.000 ton per tahun, PT Kakao Mas Gemilang 6000 ton, PT Cocoa Ventures Indonesia 12.000 ton, PT Mas Ganda 10.000 ton.

Sedangkan yang  beroperasi tidak berkapasitas penuh adalah PT Bumi Tangerang Mesindotama 25.000,  PT Teja Sekawan Cocoa Industries 12.000 ton, PT Budidaya Kakao Lestari 8.000 ton, dan PT Poleco Industry 6.000 ton.

Beberapa perusahaan yang sedang istirahat PT Maju Bersama 25.000 ton, PT Efferm Indonesia 15.000 ton, PT Unicom Makassar 10.000 ton, PT Kopi Jaya Kakao 10.000 ton dan PT Davomas Abadi Tbk  20.000 ton.

Sedangkan yang sudah tutup atau tidak aktif yaitu PT Cocoa Wangi Murni 15.000 ton, PT Industri Kakao Utama 25.000 ton dan PT Inti Cocoa Abadi Industries 25.000 ton.
(syu/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads