"Kecil kemungkinan ada terobosan dan perubahan mendasar yang berani," kata Direktur Eksekutif Refor-Miner Institute, Pri Agung Rakhmanto kepada detikFinance, Kamis (9/7/2009).
Menurut Pri Agung, kebijakan-kebijakan di sektor energi yang dibuat hanya akan melanjutkan kebijakan yang sudah ada tanpa ada perubahan signifikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pri Agung mencontohkan pengembangan energi alternatif dan pengembangan infrastruktur akan tetap mengedepankan mekanisme pasar sehingga akan tetap lambat.
"Kontrak-kontrak energi juga akan tetap, tidak ada review atau renegosiasi," jelasnya.
Begitupun dengan orientasi ekspor hasil produksi, lanjut Pri Agung, kemungkinan tetap juga akan dilanjutkan.
"Karena ketergantungan sektor energi terhadap asing dalam hal produksi juga masih akan terus berlanjut," ungkap Pri Agung.
Namun Pri Agung menilai perubahan disektor energi bisa terjadi tergantung pada siapa yang akan menjadi Menteri ESDM selanjutnya.
"Sebenarnya itu semua juga masih akan tergantung pada siapa yang Menteri ESDM," kata Pri Agung.
Menurut Pri Agung, dibutuhkan Menteri ESDM yang berani menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sektor energi.
"Yang tahu masalah dan berani menyelesaikan masalah itu. Get Things Done, tidak hanya membiarkan dan 'menggelindingkannya' kesana kemari sehingga masalah-masalah yang ada tidak tuntas," paparnya.
(epi/qom)











































