Hal ini dikatakan oleh Presiden SBY usai memanggil Menko Perekonomian Sri Mulyani di Istana merdeka, Jakarta, Kamis (9/7/2009).
"Banyak dari kedua kubu, baik dari kubu Megawati ataupun JK yang baik-baik, sangat mungkin untuk melengkapi perkembangan kebijakan program aksi mendatang," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang dijanjikan pada masa kampanye pilpres ini sebagian sesungguhnya sudah pemerintah jalankan, hanya namanya berbeda, tapi kebijakan dasarnya sama," imbuhnya.
Meskipun begitu, SBY akan menghargai setiap masukan dan kritik yang dilancarkan oleh lawan-lawannya pada pilpres dan dirinya membuka pintu untuk konsolidasi politik bagi pihak lain.
"Tentu saja ada pikiran yang menurut saya kurang realistis dan kurang rasional, justru tidak mungkin saya jalankan karena tidak mungkin dijalankan. Tapi banyak dari kedua kubu, baik dari kubu Megawati ataupun JK yang baik-baik, sangat mungkin untuk melengkapi perkembangan kebijakan program aksi mendatang," pungkasnya. (dnl/qom)











































